Thursday, July 07, 2005

Visual, Audio, Kinestatik ?

Yang aku sebutkan pada title di atas adalah pengelompokkan manusia berdasarkan cara-cara yg mereka senangi untuk mengenali sesuatu. Pembagian manusia menjadi manusia Visual, Audio atau kinestetik ini tentunya bukanlah hal yang baru lagi buat teman-teman yg pernah mempelajari Accelerated Learning ataupun Quantum Learning. Istilah tersebut sangat familiar dalam tema-tema tersebut karena seorang manusia bisa menemukan cara belajar yg tepat jika mereka mengetahui tipe mereka.

Seorang manusia Visual adalah seorang yg belajar lebih cepat dengan menggunakan mata sebagai indera penangkap. Orang-orang yg visual senang dan cepat belajar dari buku, presentasi yang menggunakan gambar-gambar, video dan berbagai alat belajar yg menarik bagi mata.

Sementara manusia Audio belajar dengan mengandalkan telinga untuk menangkap pelajaran. Manusia Audio lebih menangkap pelajaran yg disampaikan dengan lantunan kaset, ceramah yg disampaikan dengan suara yg merdu dan enak didengar, serta berbagai media yg menggunakan media suara.

Dan kinestetik adalah belajar menggunakan indera sentuhan fisik. Mereka akan makin memahami sesuatu jika mereka bisa menyentuh apa yg mereka pelajari tersebut.

Menurut survey, pelajar-pelajar yang dianggap bodoh di sekolah itu sebenarnya belum tentu karena mereka memang bodoh. Sangat dimungkinkan keterlambatan mereka menangkap pelajaran itu karena metode-metode yg ada di sekolah itu tidak menguntungkan buat mereka.

Metode pengajaran yg dijalankan di sekolah itu kebanyakan adalah metode visual atau audio. Seorang yg kinestetik merasa kesulitan menangkap pelajaran yg disampaikan dengan metode-metode ini. Jadi ketidakmampuan mereka menangkap pelajaran itu bukan karena mereka bodoh. Namun karena system yg mereka miliki tidak cocok dengan metode pengajaran yg ada.

Pada dasarnya semua manusia memiliki ketiga tipe tersebut. Hanya setiap orang akan mempunyai preferable style, yaitu style yg lebih disukai daripada style2 yg lain. Jadi seorang yg disebut Visual itu bukan berarti dia tak bisa menangkap pelajaran yg disampaikan dengan cara Audio atau Kinestetik. Dia bisa juga menggunakan indera-indera itu, hanya saja dia lebih menyukai Visual sehingga dia disebut pelajar visual.

Selain dalam metode belajar, VAK (Visual Audio Kinestetik) ini juga bisa digunakan oleh seorang salesman. Seorang salesman yg pintar akan mendeteksi tipe calon pembeli dan menerapkan cara presentasi sesuai dengan preferable style si calon pembeli sehingga si calon pembeli tertarik.

Mengapa tiba-tiba hari ini bank al bicara soal VAK ?

Sebenarnya tulisan ini aku tulis karena terpicu oleh komentar Titin pada blog saya yg berjudul "cantik, siapa takut ?".

Titin berkomentar di sana bahwa tulisan saya itu adalah tulisan seorang yg laki-laki banget. Titin menulis bahwa pintu cinta buat laki-laki itu mata, sedangkan buat wanita adalah telinga.

Tulisan di atas itu menjelaskan bahwa sebenarnya pintu cinta itu bebas gender. Laki-laki ada juga yang jatuh cinta dari telinga, sedangkan wanita ada juga yang jatuh cinta dari mata.

Yg membuat berbeda adalah apakah si laki-laki atau perempuan itu termasuk tipe visual, audio atau kinestetik.

Bank Al adalah seorang Visual. Oleh karena itu wajar saja kalau menurut Bank Al kecantikan adalah sesuatu yg penting. Dindaku juga seorang Visual. Makanya ndak heran kalau dia pintar memilih kombinasi pakaian dan memilih suami yg tampan.

Titin barangkali tipe Audio, karena tampaknya Titin jatuh cinta pada laki-laki yg memiliki suara yg berwibawa dan menenangkan hati ketika mendengarkan bisikannya.

So, dimanakah pintu cinta seseorang ?

Carilah preferable style-nya. Jika akan menemukannya, anda akan tahu bagaimana cara mendapatkannya. :)

Sunday, March 06, 2005

Judger or Perceiver ?

Andai teman-teman pernah berkunjung ke kamar kost-ku, atau ke kamarku sewaktu aku masih single dahulu, tentu teman-teman akan tahu seperti apa yg namanya kapal pecah itu. Atau kalau nggak mau sebegitu dramatis, katakanlah kamarku seperti mikrolet terbalik deh.
Anehnya, aku sendiri tak pernah merasakan ketidak nyamanan di dalam mikrolet terbalik itu walaupun sebagian teman-temanku suka menggeleng2kan kepalanya ketika melihatku demikian.

Setelah aku menikah dengan Dinda tercinta, suasana kamar berubah. Kamarku selalu rapi. Dinda senang sekali merapikan kamar dan menata rumah. Aku kadang suka kena semprot karena menaruh baju kotor sembarangan, menggeletakkan buku yg habis dibaca seenaknya, dan juga lupa mengijak keset ketika keluar dari kamar mandi sehingga bikin lantai becek.

Walaupun sering kena omel, namun aku tidak sakit hati dan senyum saja. Aku sadar bahwa style kami berbeda. Dan ini juga sering aku lihat terjadi pada kedua orang tuaku dulu. Beda- nya, Ayahku yg senang dengan keteraturan, sementara Ibuku style-nya cuek bebek acak adul seperti aku.

Beberapa hari ini, aku baru sadar bahwa sebenarnya perbedaan style antara aku dan Dinda ini sebenarnya bukan hal baru di ilmu psikologi. Ada sebuah test kepribadian yg populer digunakan oleh para psikolog yg dinamakan MBTI test. Test ini didasarkan oleh teorinya Tante Myerr dan Briggs, sehingga terciptalah indikasi yg dinamakan Myers Briggs Type Indicator.

Salah satu pengkategorian yg dilakukan pada MBTI adalah kategori berdasarkan stye yg disukai pada kehidupan sehari-hari. Apakah Judging ? atau Perceiving ?

Seseorang yg menyukai hidup dengan teratur, memiliki jadwal yg terorganisir, lingkungan yg teratur, dan serba keteraturan disebut Judger. Sedangkan yg lebih suka dengan hidup santai, selalu terbuka pada peluang, flexible, senang dengan kejutan, dan hidupnya mengalir seperti air adalah yg dikenal dengan Perceiver.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa aku adalah seorang yg P, sementara dinda adalah seseorang yg J. Sebenarnya sudah lama aku melakukan MBTI Test, dan tahu bahwa aku adalah seorang ENTP (Extrovert Intuitive Thinking Perceiving). Namun baru kali ini aku sadari bahwa implementasinya dalam bentuk nyata, yaitu bagaimana menjelaskan aku dan Dinda.

Tentu saja akan lebih menarik lagi kalau dikupas juga apa itu komponen E, N dan T. Dengan pengetahuan akan tipe kepribadian ini, kita akan lebih mudah memahami orang, mengerti orang, dan beradaptasi.
Lantas kapan dong bank al jelasin yg E, N dan T-nya ? Kapan2 deh kalau sempat.... he he he

Teman2 sendiri gimana ? preferensinya Judging atau Perceiving ?