Sunday, March 06, 2005

Judger or Perceiver ?

Andai teman-teman pernah berkunjung ke kamar kost-ku, atau ke kamarku sewaktu aku masih single dahulu, tentu teman-teman akan tahu seperti apa yg namanya kapal pecah itu. Atau kalau nggak mau sebegitu dramatis, katakanlah kamarku seperti mikrolet terbalik deh.
Anehnya, aku sendiri tak pernah merasakan ketidak nyamanan di dalam mikrolet terbalik itu walaupun sebagian teman-temanku suka menggeleng2kan kepalanya ketika melihatku demikian.

Setelah aku menikah dengan Dinda tercinta, suasana kamar berubah. Kamarku selalu rapi. Dinda senang sekali merapikan kamar dan menata rumah. Aku kadang suka kena semprot karena menaruh baju kotor sembarangan, menggeletakkan buku yg habis dibaca seenaknya, dan juga lupa mengijak keset ketika keluar dari kamar mandi sehingga bikin lantai becek.

Walaupun sering kena omel, namun aku tidak sakit hati dan senyum saja. Aku sadar bahwa style kami berbeda. Dan ini juga sering aku lihat terjadi pada kedua orang tuaku dulu. Beda- nya, Ayahku yg senang dengan keteraturan, sementara Ibuku style-nya cuek bebek acak adul seperti aku.

Beberapa hari ini, aku baru sadar bahwa sebenarnya perbedaan style antara aku dan Dinda ini sebenarnya bukan hal baru di ilmu psikologi. Ada sebuah test kepribadian yg populer digunakan oleh para psikolog yg dinamakan MBTI test. Test ini didasarkan oleh teorinya Tante Myerr dan Briggs, sehingga terciptalah indikasi yg dinamakan Myers Briggs Type Indicator.

Salah satu pengkategorian yg dilakukan pada MBTI adalah kategori berdasarkan stye yg disukai pada kehidupan sehari-hari. Apakah Judging ? atau Perceiving ?

Seseorang yg menyukai hidup dengan teratur, memiliki jadwal yg terorganisir, lingkungan yg teratur, dan serba keteraturan disebut Judger. Sedangkan yg lebih suka dengan hidup santai, selalu terbuka pada peluang, flexible, senang dengan kejutan, dan hidupnya mengalir seperti air adalah yg dikenal dengan Perceiver.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa aku adalah seorang yg P, sementara dinda adalah seseorang yg J. Sebenarnya sudah lama aku melakukan MBTI Test, dan tahu bahwa aku adalah seorang ENTP (Extrovert Intuitive Thinking Perceiving). Namun baru kali ini aku sadari bahwa implementasinya dalam bentuk nyata, yaitu bagaimana menjelaskan aku dan Dinda.

Tentu saja akan lebih menarik lagi kalau dikupas juga apa itu komponen E, N dan T. Dengan pengetahuan akan tipe kepribadian ini, kita akan lebih mudah memahami orang, mengerti orang, dan beradaptasi.
Lantas kapan dong bank al jelasin yg E, N dan T-nya ? Kapan2 deh kalau sempat.... he he he

Teman2 sendiri gimana ? preferensinya Judging atau Perceiving ?